Jumat, 25 Mei 2018

PERUBAHAN ORGANISASIONAL DAN MANAJEMEN STRES


(ESSAY)
PERUBAHAN ORGANISASIONAL DAN MANAJEMEN STRES
Perubahan Organisasi
            Ada banyak hal yang memaksa perubahan dalam suatu organisasi seperti sifat tenaga kerja, teknologi, kompetisi, kekuatan ekonomi, tren sosial, dan politik dunia. Organisasi seringkali menghadapi perubahan yang tak terduga. Ada cara untuk menumbuhkan lingkungan yang mampu beradaptasi dan berubah dengan tuntutan pasar.
Perubahan terencana terlibat dalam kegiatan yang proaktif dan terarah untuk meningkatkan kemampuan organisasi untuk menangani perubahan dan untuk mengubah perilaku karyawan. Melalui proses perubahan ini, yang bertindak sebagai pemimpin dalam proses perubahan sangatlah penting untuk berhasil mencapai perubahan yang diinginkan. Organisasi yang berhasil merupakan organisasi yang dapat berubah untuk menanggapi persaingan itu.
Tujuan perubahan mengupayakan perbaikan kemampuan organisasi untuk meyesuaikan diri terhadap perubahan dalam lingkungan. Perubahan itu mengupayakan perubahan perilaku karyawan. Suatu organisasi harus tetap hidup, organisasi itu harus menanggapi perubahan, bila para pesaing memperkenalkan produk produk/jasa baru organisasi itu perlu menyesuaikan diri.
Macam-macam sumber perubahan :
1.      Lingkungan
2.      Sasaran dan nilai
3.      Teknik
4.      Struktur
5.      Manajerial
6.      Konsultan

Manajemen Stress
A.    Pengertian Stress
            Kata stres bermula darai kata latin yaitu “Stringere” yang berarti ketegangan dan tekanan. Stres merupakan suatu yang tidak diharapkan yang muncul karena tingginya suatu tuntutan lingkungan pada seseorang. Keseimbangan antara kemampuan dan kekuatan terganggu. Menurut Robbin, Stres adalah suatu kondisidinamis dimana seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumberdaya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu tersebut danhasilnya dipandang tidak pasti dan penting.
B.     Penyebab Orang Mengalami Stres
Hal-hal yang menjadi sumber penyebab terjadinya stress adalah sebagai berikut:
1)      Faktor Lingkungan
2)      Faktor Organisasional
3)      Faktor personal
C.     Dampak dan Akibat dari Stres
Dampak dan akibat dari stress itu  sendiri dalam buku Organizational Behavior (Robbin), dikelompokkan menjadi tiga gejala, yaitu gejala Fisiologis, Psikologis, dan Perilaku.
a.       Gejala Fisiologis, meliputi sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan sakit jantung.
b.      Gejala Psikologis, meliputi kecemasan, depresi, dan menurunnya tingkat kepuasan kerja.
c.       Gejala Perilaku, meliputi perubahan produktivitas, kemangkiran dan perputaran karyawan.
            Perubahan organisasi sering berlawanan dengan nilai-nilai yang menghormati anggota dalam organisasi. Banyak sumber  perubahan keorganisasian yang mendiskusikan tentang perubahan yang diperlukan di dalam kultur organisasi, mencakup perubahan di dalam kepercayaan dan nilai-nilai anggota serta dalam cara menempatkan kepercayaan dan nilai-nilai tersebut. Perubahan dapat terjadi begitu saja tanpa direncanakan, akan tetapi ada perubahan yang memang dikelola atau direncanakan. Perubahan-perubahan sosial yang cepat sebagai konsekuensi modernisasi mempunyai dampak pada kehidupan. Tidak semua orang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut, pada gilirannya dapat menimbulkan ketegangan atau stres pada dirinya

KEKUASAAN DAN POLITIK


(ESSAY)
KEKUASAAN DAN POLITIK
Kekuasaan (power) mengacu pada kemampuan yang dimiliki A untuk mempengaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai dengan keinginan A. Definisi ini mengimplikasikan sebuah potensi yang tidak perlu diaktualisasikan agar efektif dan sebuah hubungan ketergantungan. Kekuasaan merupakan suatu potensi atau kemampuan sehingga bisa saja seseorang mempunyai kekuasaan tapi tidak menjalanakannya. Aspek terpenting dari kekuasaan adalah fungsi ketergantungan (Dependency) artinya semakin besar ketergantungan terhadap A maka besar pula kekuasaan A. 
Membandingkan kekuasaan dan kepemimpinan
Kedua konsep tersebut saling bertautan, para pimpinan menggunakan kekuasaan sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan kelompok. Sehingga kekuasaan adalah sarana untuk memudahkan usaha mereka mancapai tujuan.
Politik :kekuasaan yang bermain
Ketika orang-orang menyatu dalam kelompok, berlakulah hukum kekuasaan. Ketika para karyawan dalam suatu organisasi mulai memainkan kekuasaan yang ada pada mereka, kita melihatkan sebagai politik. Orang – orang dengan Keterampikan politik yang baik memiliki kemampuan untuk menggunakan landasan-landasan kekuasaan yang mereka miliki secara afektif. Jadi definisi berfokus pada penggunaan kekuasaan untuk memengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi atau perilaku-perilaku anggota yang egois dan tidak melayani kebutuhan organisasi. Perilaku politik (political behavior) didefinisikan sebagai aktivitas yang tidak dianggap sebagai bagian dari peran formal seseorang dalam organisasi, tetapi yang memengaruhi, atau berusaha memengaruhi, distribusi keuntungan dan kerugian di dalam organisasi.
Komentar terakhir berkaitan dengan apa yang disebut sebagai dimensi “sah – tidak sah”
dalam perilaku politik.
- Perilaku politik yang sah (Legitimate political behavior) mengacu pada politik sehari-hari yang wajar- menyampaikan keluhan kepada penyelia anda, memotong rantai komando, membangun koalisi, menentang kebijakan atau keputusan organisasi lewat pemogokan atau dengan terlalu berpegang ketat pada ketentuan yang ada.
- Perilaku politik yang tidak sah (Ilegitimate political behavior) yang menyimpang dari aturan main yang digariskan. Misalnya sabotase, melaporkan kesalahan, dan protes-protes simbolik seperti memakai pakaian nyeleneh atau bros tanda protes dan beberapa karyawan tidak masuk kerja.
Realitas politik
Politik adalah sebuah kenyataan realitas hidup dalam organisasi. Organisasi terbentuk dari individu dan kelompok dengan nilai, tujuan, dan kepentingan yang berbeda-beda. Fakta ini, mengandung potensi timbulnya konflik untuk memperebutkan sumber daya
Jadi untuk menjawab mengenai apakah mungkin bagi sebuah organisasi bebas dari politik bisa dijawab “Ya”, jika semua anggota punya tujuan dan kepentingan yang sama, sumber daya tidak langka, serta kinerja benar-benar jelas dan objektif
Etika berperilaku secara politis
Menyimpulkan pembahasan mengenai politik dengan memberikan beberapa panduan etis untuk berperilaku positif, meskipun tidak ada cara pasti untuk membedakan antara politik Etis dan tidak Etis. Terkadang secara tidak sadar kita terlibat dalam perilaku politik karena alasan kebil yang baik. Kebohongan yang terang-terangan bisa menjadi contoh yang ekstrem dari pengaturan kesan, tetapi banyak di antara kita telah mendistorsi informasi menjadi sebuah kesan yang menyenangkan

BUDAYA ORGANISASI


(ESSAY)
BUDAYA ORGANISASI
            Organisasi merupakan hal yang tidak mungkin terlepas dari kehidupan bermasyarakat.Dalam organisasi tersebut  tidak mungkin juga terlepas dari ikatan budaya yang ada dalam organisasi. Ikatan budaya yang tercipta dalam organisasi tersebut dapat tercipta dan dibentuk oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam organisasi bangsa, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan.
Definisi Budaya Organisasi               
            Pada hakikatnya, budaya organisasi memiliki nilai baik bagi kemajuan suatu organisasi dimana budaya organisasi merupakan salah satu perangkat manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. Namun, budaya organisasi bukan merupakan cara yang mudah bagi suatu organisasi untuk memperoleh keberhasilan, dibutuhkan strategi yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu andalan daya saing organisasi. Jadi dapat dikatakan bahwa budaya organisasi merupakan sebuah konsep sebagai salah satu kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya.
Secara etimologis, budaya organisasi terdiri dari dua kata, yakni budaya dan organisasi.
Organisasi merupakan suatu sistem yang mapan dari sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui suatu jenjang kepangkatan & pembagian.
Budaya adalah suatu set nilai, penuntun kepercayaan akan suatu hal, pengertian & cara berpikir yang dipertemukan oleh para anggota organisasi & diterima oleh anggota baru.
Jadi, Budaya Organisasi merupakan penerapan nilai-nilai dalam suatu masyarakat yang terkait, bekerja di bawah naungan suatu organisasi. (Duncan dalam Kasali, 1994: 108)


Fungsi Budaya Organisasi
Menurut Stephen P. Robbins, budaya organisasi membawa manfaat bagi organisasi, yaitu:
a.       budaya Organisasi menciptakan sesuatu pembedaan yang jelas antara organisasi yang satu dengan yang lain.
b.      Budaya Organisasi membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
c.       Budaya Organisasi mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
d.      Budaya Organisasi merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
e.       Budaya Organisasi sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
Dua elemen terpenting dalam menciptakan perubahan budaya organisasi yaitu:
1.      Dukungan eksekutif:
eksekutif dalam organisasi harus mendukung perubahan budaya, selain dukungan verbal. Mereka harus menunjukkan dukungan perilaku untuk perubahan budaya. Eksekutif harus memimpin perubahan dengan merubah perilaku mereka. Ini sangat penting bagi para eksekutif untuk mendukung perubahan secara konsisten.
2.      Pelatihan:
perubahan budaya tergantung pada perubahan perilaku. Anggota organisasi harus memahami dengan jelas apa yang diharapkan dari mereka, dan harus tahu bagaimana melakukan kebiasaan baru, setelah ditentukan. Training bisa jadi sangat berguna baik untuk mengkomunikasikan harapan dan mengajarkan kebiasaan baru .

Kamis, 24 Mei 2018

KEPEMIMPINAN


(ESSAY)
KEPEMIMPINAN
Pemimpin memiliki otoritas yang tinggi dalam sebuah organisasi. Pemimpinlah  yang dapat membawa sebuah organisasi mau di arahkan kemana, walaupun peran anggota juga menentukan. Maka dari itu,peran pemimpin sangatlah penting. Pemimpin kalau di ibaratkan mobil adalah sebagai sopir(pengemudi).
Perilaku pemimpin juga sangat berpengaruh pada kinerja anak buahnya. Oleh karena itu pemimpin yang baik adalah yang bisa membuat dampak poitif terhadap bawahannya atau orang yang ada di sekitar perusahaan. Sifat ramah merupakan modal yang sangat penting yang harus di miliki oeh seorang pemimpin, dengan keramahan pemimpn bisa merangkul seluruh elemen yang ada dalam perusahaan. Kata guru saya “iman seng pol ngisor iku ngurmati wong liyo” (iman yang paling rendah adalah menghormati orang lain). Jadi bisa di katakan bahwa, ramah terhadap orang lain selain dampaknya terhadap orang sekitar, juga terdapat pahala yang kita dapatkan.
Berhubung lagi hangat-hangatnya pemilu 2018. Maka, persoalan yang berbau pemimpin berubah menjadi hangat, ada sebagian orang mengatakan bahwa pemimpin yang baik adalah yang bisa mempenuhi aspirasi rakyat, adil, dan bijaksana dll. Seoang pemipin pastinya mempunyai gaya tersendiri-sendiri dalam melaksanakan tugasnya, ada yang otoriter seperti zaman pak harto, ada juga mengunaan sistem kerajaan seperti yang ada di jogja dan solo walaupun sistemnya tidak sepenuhnya kerajaan. Pemimpin menurut saya bebas melakukan  apapun yang dia suka akan tetapi juga harus mendahulukan tujuan besar dari pemimpin itu sendiri dan jangan sampai ada konflik antar anggota sehingga fungsi sebuah negara(prusahaan) menjadi kacau. Dahulukan kepentingan kelompok(perusahaan) dan nomor duakan kepentingan peribadi.
Hal yang menjadi urgent dalam pemimpin adalah soal karismatik, dimana karismatik merupakan menjadi nilai tambah dari pemimpin dan tentunya akan membuat orang lain menjadi terpesona terhadap kepribadiannya. Terus yang menjadi pertanyaan besar adalah, apakah sifat karismatik pemimpin di wariskan oleh keluarganya atau bisa di dapatkan sendiri? , untuk memjawab pertanyaan tersebut memang perlu di selidiki lebih dalam lagi, akan tetapi sudah banyak riset di lakukan bahwa karismatik bisa di peroleh dari dua hal. Yang pertama adalah dari keluarga, kita ambil contoh seperti Megawati(anak bung karno), agus hari murti yudhoyono( anak SBY), tomi soeharto( anak suharto). Bisa di katakan bahwa sifat karismatik secara besar di pengaruhi oleh gen dari orang tuannyaakan tetapi anaknya juga harus mau berusaha dengan keras agar sifat karismanya menjadi nyata. Kemudian yang kedua adalah dari diri sendiri atau usaha,  seprti contoh adalah pak suharto, menurut catatan sejarah bahwa pak harto tidakmempunyai nasab yang tinggi, sebut saja seperti raja dll. Akan tetapi sifat karismatik pak harto di bentuk dengan diri sendiri, yaitu lewat cara militer.
            Pemimpin yang karismatik juga mempunyai efek buruk. Seperti adolf hitler dan mussolini(dua tokoh fasis). Dalam kasus hitler yang menonjolkan bahwa ras arya adalah ras yang paling baik di dunia sehingga hitler dengan segala cara memburu orang yahudi untuk di bunuh karena menurutnya ras yahudi adalah ras yang paling jelek. Sehingga datang peristiwa yang namanya holocaust, yaitu pembunuhan terhadap orang yahudi berjumlah -+ 1 juta orang.
            memang pemimpin tidak ada yang sempurna, yang patut kita ambil pelajaran adalah gimana caranya seorang pemimpin menjadi baik. Oleh karena itu marilah kita bermuhasabah karena setiap manusia pasti di takdirkan menjadi seorang pemimpin dalam artian universal.

Minggu, 22 April 2018

MEMAHAMI KERJA TIM


(ESSAY)
MEMAHAMI KERJA TIM

            Kita tahu bahwa sebuah di dalam sebuah organisasi khususnya dalam dunia pekerjaan atau prusahaan, tim merupakan suatu hal yang pokok. Dan akan lebih berbahaya jika dalam perusahaan ada salah satu atau beberapa anggota tidak menjadi pemeran dalam tim tersebut. Lalu apakah anda termasuk salah seorang dari pemeran tim itu? Anda akan mengetahui setelah membaca pembahasan yang akan dipaparkan berikut.
            Mengapa memiliki tim menjadi sangat populer? Dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah perusahaan milik Amerika misalnya, Volvo, General Foods, dll mereka memperkenalkan tim-tim dalam proses produksinya, akan tetapi hal tersebut menjadi perbincangan karena saat ini tidak seorang pun yang dapat melakukan hal tersebut. Dan lebih dari itu, suatu organisasi yang tidak membentuk tim juga akan menjadi masalah perbincangan tentunya. Lalau apa yang akan dibahas mengenai popularitas sebuah tim di sini? Saat ini kebanyakan organisasi telah merubah persepsi mereka dengan lebih baik untuk dapat bersaing lebih efektif dan efisien, organisasi kini telah membenuk tim-tim sebagai cara yang mereka anggap lebih baik untuk memanfaatkan talenta karyawan yang mereka miliki. Dengan begitu, kinerja organisasi menjadi lebih cepat merakit rencana, menyebarkan, dan lebih fokus. Akan tetapi keterlibatan karyawan sebagai motivator juga sangat penting, sebuah tim memfasilitasi partisipasi karyawan dalam menjalankan keputusan yang sudah diambil.
Selanjutnya kita perlu mengetahui perbedaan antara tim dan kelompok, yang mana definisi dari keduany tidaklah sama
            Kelompok kerja (work group) adalah suatu kelompok yang berinteraksi terutama untuk berbagi informasi dan mengambil keputusan untuk membantu setiap anggota kelompok yang bekerja di dalam area tanggung jawabnya. Sedangkan tim kerja (work team)  yaitu suatu kelompok yang memiliki upaya individu yang menghasilkan kinerja yang lebih besar daripada jumlah input individu tim.
Sebuah tim, dalam perusahaan tentunya juga memiliki peran masing-masing. Ada yang dapat membuat produk, memberikan jasa, mengasosiasikan kesepakatan, mengoordinasikan proyek, menawarkan saran, dan mengambil keputusan. Dalam pembahasan ini ada lima tipe tim yang menggambarkan organisasi, antara lain: tim pemecah masalah, tim kerja yang dikelola sendiri, tim fungsional silang, tim virtual dan sistem multitim.

KONSEP MOTIVASI


 (ESSAY)
KONSEP MOTIVASI

            Dalam suatu manajemen memotivasi para bawahan mapun sesama anggota merupakan suatu aspek yang sangat penting untuk dibahas. Dan tentunya dalam melakukan motivasi tidaklah mudah dengan menggunakan rumus ataupun cara yang praktis, bahkan untuk memotivasi orang lain tidak hanya kerja keras yang dilakukan sebab motivasi itu sendiri merupakan cerminan dari kemampuan dari diri anda untuk meraih suatu kesuksesan. Sebelum lebih jauh mari kita bahas terlebih dahulu tentang definisi motivasi.
Motivasi (motivation) merupakan proses yang menjelaskan mengenai kekuatan, arah dan ketekunan seseorang dalam upaya untuk mencapai tujuan yang ia inginkan. Dari pengertian itu kita dapat mengambil tiga kata kunci sebagai elemen penting dalam motivasi, yaitu kekuatan, arahan dan ketekunan. Kekuatan (intenaity) merupakan suatu aspek yang  menggambarkan seberapa kerasnya seseorang dalam berusaha mencapai tujuannya. Kekuatan yang besar sekalipun tidak akan menghasilkan kinerja yang memuaskan jika usaha tersebut tidak disalurkan dalam suatu arahan (directio). Jadi usaha dengan kekuatan yang besar harus diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Yang terakhir ada aspek ketekunan (persitense) dalam motivasi, yang mengukur seberapa lama seseorang dapat bertahan dalam melakukan usahanya.
Pembahasan selanjtnya mengenai evaluasi penerapan teori-teori awal motivasi. Ada empat teori yang masih digunakan banyak manajer pada praktik lapangannya untuk memotivasi para pekerjanya.
            Teori Hierarki Kebutuhan (hierarchy of need). Teori ini berasal dari Abraham Maslow. Ia mengungkapkan dalam teori ini bahwa dalam diri setiap manusia terdapat lima kebutuhan:
1.      Fisiologis, yang memliputi lapar, tempat berlindung, seks dan kebutuhan fisik yang lain.
2.      Rasa aman, yang merupakan keamanan dan perlindungan dari bahaya fisik dan emosi.
3.      Penghargaan. ada faktor internal yang meliputi harga diri, kemandirian dan pencapaian. Dan ada faktor eksternal yang meliputi status, pengakuan dari orang lain, dan perhatian.
4.      Aktualisasi diri. Yaitu dorongan dari seseorang untuk menjadi apa yang ia inginkan.
Teori ini sangat cocok apabila diterpakan di seluruh dunia. Misalnya, di Jepang, Yunani, dan Meksiko, di mana karateristik penghindaran yang kuat, kebutuhan terhadap keamanan merupakan hierarki yang sangat perlu. Denmark, Swedia, Norwegia, yang merupakan negara dengan pendidikan berkualitas membutuhkan hierarki aktualisasi diri yang sangat tinggi. Begitupun dengan negara-negara yang lain dengan kebutuhan yang berbeda-beda.
            Teori X dan teori Y, teori ini diusulkan oleh Douglas McGregor, di mana dalam diri manusia ada dua sudut pandang yang berbeda yaitu sisi secara mendasar negatif (teori X), dan sisi secara mendasar positif (teori Y). Teori X berasumsi bahwa para pekerja tidak suka bekerja, malas, tidak menyukai tanggung jawab, dan harus dipaksa untuk melakukan pekerjaan. Sedangkan Teori Y, berasumsi bahwa para pekerja sangat suka bekerja, kreatif, mencari tanggung jawab, dan dapat menawarkan diri untuk melakukan pekerjaan.
Itulah pembahasan singkat mengenai dua dari empat teori awal motivasi, dua lainnya yaitu Teori Dua Faktor (two-factor theory) dan Teori Kebutuhan McClelland.
Yang terakhir, dalam essay ini akan dibahas mengenai penerapan prinsip utama dari teori ekspektansi untuk memotivasi para pekerja.
            Teori Ekspektansi (expectancy theory) yaitu teori yang menyatakan bahwa kekuatan kecenderungan kita untuk bertindak dengan cara tertentu yang bergantung pada kekuatan ekspektasi terhadap hasil dari tindakan itu dan ketertarikan individu kepada hasil tersebut. Teori ini merupaka salah satu penjelasan mengenai motivasi yang paling banyak diterima secara luas yang dicetuskan oleh Victor Vroom.  Lebih praktisnya, para pekerja akan mengarahkan pada penilaian kinerja yang baik, yang mana dari penilaian yang baik itu akan mengarahkan pad imbalan organisasi, dan imbalan tersebut akan memuaskan tujuan pribadi para pekerja. Oleh karena itu, teori ini memusatkan perhatian pada tiga hubungan:
1.      Hubungan upaya-kinerja, yang mana kemungkinan dirasakan oleh individu yang mengerahkan sejumlah usaha untuk mengarahkan para pekerja.
2.      Hubungan kinerja-imbalan, yaitu keadaan di mana individu meyakini untuk melaksankan pekerjaan pada tingkat tertentu yang akan mengarahkan pada pencapaian hasil yang diinginkan.
3.      Hubungan imbalan-tujuan pribadi. Yaitu keadaan yang mana imbalan organisasi, akan memuaskan tujuan pribadi bagi individu.
            Lalu apakah teori ekspetansi ini dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diinginkan?
Beberapa kritikan yang dilontarkan menyaranakan bahwa teori ini hanya pada penggunaannya, dan individu dengan jelas memandang kaitan antara usaha-kinerja dan kinerja-imbalan. Jika suatu organisasi benar-benar memberikan imbalan kepada individu atas kinerka yang mereka lakukan, bukan atas senioritas, tingkat kesukaran dll, maka teori ekspetansi akan jauh lebih valid untuk dilakukan.

Review Buku Pengetahuan: Ibn Ajurrum wa Afkaruhu fi Ta'limi al Nahwi dan Ringkasan Nahwu Sharaf

REVIEW BUKU PENGETAHUAN Oleh : Ikhwandin   PENDAHULUAN A.     IDENTITAS BUKU Buku Satu Judul buku              ...